Tips Mengelola Keuangan untuk Para Wanita

Baik Anda sedang membangun bisnis Anda sendiri atau mencoba untuk menopang keuangan keluarga Anda, para ahli keuangan menyarankan bahwa wanita juga perlu mengelola keuangannya sendiri. Selain mengelola uang Anda sendiri dan menyiapkan tabungan pensiun, para ahli menyarankan para wanita untuk mencari sumber pendanaan kreatif dan belajar dasar-dasar pemasaran. Berikut adalah tips mengelola keuangan untuk para wanita.

Kelola Sendiri Uang Anda

Perempuan sering membuat kesalahan dengan menyerahkan kendali uang mereka kepada orang-orang dalam hidup mereka, terutama suami. Sehingga ketika sebuah kondisi memaksa mereka untuk kembali single, baik akibat dari perceraian atau kematian, mereka tidak berada dalam posisi keuangan yang baik. Itu sebabnya meskipun sudah menikah, Anda harus bisa mengelola uang sendiri, pada setiap tahap kehidupan.

Fokus pada Mencari Pendapatan

Perempuan sering mendapatkan uang lebih sedikit dari yang mereka bisa karena mengedepankan beberapa alasan yang sebenarnya bisa teratasi. Misal, ada yang menawari untuk memberikan les kepada anak tetangga atau ditawari menjadi penulis lepas sebuah situs, kita menolak karena masih memiliki anak bayi. Padahal asal kita bisa membagi waktu dan bekerja sama dengan suami, hal tersebut tidak bisa menjadi alasan. Harus ada pergeseran pemikiran agar perempuan berani berkata “Ya” pada setiap peluang yang datang.

Jangan Sembunyikan Masalah Keuangan pada Pasangan

Perempuan sering membuat kesalahan dengan menyimpan rahasia mengenai keuangan kepada pasangannya, seperti menyembunyikan utang kartu kredit, pinjaman bank atau mungkin hanya sekedar cicilan panci. Sangat penting untuk membicarakan tentang masalah keuangan yang Anda miliki kepada suami, agar bisa mencari solusi bersama-sama.

Fokus pada Masa Pensiun

Sangat penting bagi wanita untuk menyisihkan 10 persen dari pendapatan mereka, entah itu dari hasil bekerja atau pemberian suami, untuk tabungan pensiun, mulai usia 20-an. Anggap saja mulai usia 25, Anda telah menyisihkan 10 persen dari gaji pertama Anda, Rp. 1.500.000. Maka setiap bulan Anda telah menyisihkan 150.000, saat usia pensiun pada 55 tahun, bayangkan betapa uang yang telah Anda sisihkan.

Berhematlah!

Tidak bisa dipungkiri perempuan memang mudah tergoda barang bagus. Melihat perhiasan bagus, matanya berbinar. Melihat baju bagus, matanya kedip-kedip. Melihat tetangganya punya mobil baru, jantung deg-degan. Melihat tetangga pasang AC di rumahnya, tangan tiba-tiba terasa gatal. Namun perlu diingat bahwa kita tidak bisa terus-terusan membeli sesuatu yang hanya berupa keinginan, namun bukan kebutuhan bagi kita. Sangat penting bagi perempuan untuk memilah skala prioritas, mana yang harus dibeli karena butuh, dan mana yang tidak harus dibeli karena hanya ingin. Lihat juga apakah kondisi keuangan kita cukup  untuk membeli hal-hal yang di luar budget.

Perempuan bisa menjadi manajer keuangan yang baik, namun di sisi lain juga bisa menjadi pencinta belanja tanpa henti. Semoga tips ini bermanfaat ya. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *