Menyiasati Penghasilan Tidak Tetap

Tidak seperti pekerja kantoran atau karyawan, para pebisnis atau orang yang memiliki usaha tidak mempunyai penghasilan tetap. Penghasilan tetap adalah pendapatan yang sama jumlahnya setiap bulan. Selain orang yang memiliki usaha, orang yang tidak memiliki penghasilan lainnya, yaitu pekerja seni, artis, dokter yang memiliki praktek sendiri, pebisnis berbasis komisi, agen properti, agen asuransi atau guru privat.

Dengan penghasilan tidak tetap, kita harus menyadari jika hidup tidak selalu berada di atas, mungkin saja kita juga akan merasakan bagaimana berada di bawah. Oleh karena itu, hindari hidup berfoya-foya ketika penghasilan kita sedang bagus. Ingatlah, pendapatan kita mungkin tidak selamanya banyak.

Ketika meghadapi kondisi keuangan yang tidak baik, hindarilah gaya hidup mewah dan melakukan pengeluaran yang tidak terlalu penting. Tanamkan prinsip hidup sederhana kepada seluruh anggota keluarga.

Sebelum mengatur keuangan, sebaiknya dikelompokkan terlebih dahulu pengeluaran kita. Berapa besar pengeluaran yang harus dikeluarkan tiap bulan dan berapa pengeluaran yang dikeluarkan dalam jangka waktu setahun.
Setelah kita mengetahui pengeluaran secara jelas dan terperinci, kita pun bisa membuat perencanaan keuangan, untuk menghadapi masa depan.
Beberapa langkah dalam perencanaan keuangan untuk yang memiliki penghasilan tidak tetap  yaitu:

  1. Membuat skala prioritas. Hal apa saja yang menjadi kebutuhan primer, sekuder, kebutuhan yang penting dan tidak penting. Mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya berupa keinginan.
  2. Hitung pengeluaran tahunan.Lalu kelompokkan pula, pengeluaran yang primer, sekunder dan tersier.
  3. Siapkan tabungan yang terpisah, yang berguna untuk menyimpan pendapat yang berlebih. Tabungan tersebut dapat digunakan untuk masa-masa yang tidak baik, dimana pendapatan menurun. Sisihkan juga dana untuk keadaan darurat. Idelanya jumlah dana darurat yang perlu disiapkan berjumlah 3-12 kali pengeluaran sebulan.
  4. Ketika mendapatkan pemasukan yang berlipat-lipat jumlahnya, jangan langsung menghabiskannya untuk pengeluaran yang tidak penting. Alokasikan pendapatan tersebut untuk tabungan dan dana darurat. Apabila masih ada sisanya, investasikan.
  5. Untuk orang yang memiliki penghasilan tidak tetap permanen (sewaktu-waktu bisa tidak mempunyai pendapatan sama sekali), mengalami masa sulit, sebaiknya prioritaskan pengeluaran hanya untuk kebutuhan primer.

Demikianlah beberapa langkah perencanaan keuangan untuk yang memiliki penghasilan tidak tetap, agar keuangan tetap sehat.

Menyiasati Penghasilan Tidak Tetap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *